Keluar Rumah Ketika Tak Baik-baik Saja

Ketika tak baik-baik saja
Ilustrasi: (foto: internet) 

duniahalimah.com--Ba'da Maghrib saya memutuskan keluar klinik untuk menghirup udara segar. Seperti biasa, menaiki sepasang sandal yang sudah menemani tiga tahun perjalanan. Entah mengapa sandal satu ini, sangat awet. Ya, kalau dipikir-pikir cukup jarang dipakai. 

Sebetulnya, ke luar klinik dan menghirup udara seperti malam ini tidak bisa dibilang rutinitas istikamah. Pasalnya, saya akan keluar ketika butuh ke mesin ATM, membeli makanan maupun kebutuhan, dan mendinginkan kepala. Itu pun jam keluarnya tak selalu sama. 

Baiklah, saya tak bermaksud berceloteh tentang aktivitas keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan fisik, melainkan tentang mendinginkan kepala dan perasaan. Perihal ini sesungguhnya telah melewati perenungan yang panjang. Ketika sedang tak baik-baik saja, stres, overthinking, cemas, khawatir, dianjurkan keluar ruangan untuk menghirup udara di luar.

Baca Juga: Pura-pura Baik-baik Saja

Aktivitas tersebut terlihat sangat sederhana. Apa susahnya keluar rumah? Begitu kan? Namun, bagi mereka yang sedang mengalami banyak problem dan tak baik-baik saja, ia cukup enggan untuk keluar rumah. Bukannya mencoba berinteraksi dengan orang lain, malah menyendiri dan menutup diri. 

Jika orang itu memberanikan diri untuk keluar rumah, bangun dari kesendirian (katakanlah di kamar) apa yang akan dirasakannya akan berubah jadi lebih baik. 

Lalu bagaimana cara kerjanya? Jadi begini😁

Bergerak Keluar Rumah

Keluar rumah
Ilustrasi: (foto: internet) 

Ketika seseorang memutuskan untuk keluar rumah, padahal di sisi lain ia sedang tak baik-baik saja. Pada titik inilah ia sedang menggerakkan tubuhnya. Dosen saya mengatakan Emotion berasal dari energy and motion, artinya ketika merubah gerakan akan berdampak pula pada emosi kita. 

Jika anda memilih untuk keluar rumah, maka otomatis tubuh anda bergerak sehingga memecah kefokusan yang akibatnya berdampak pada perubahan emosi serta perasaan. 

Baca Juga: Terapi Cinta sebagai Pengganti Obat

Memperhatikan sekitar

Memandang sekitar
Ilustrasi: (foto: internet) 

Saat memutuskan keluar rumah, tubuh akan terdistraksi oleh pemandangan di luar. Mulanya fokus pada apa yang dirasakan, kemudian jadi berubah pandangan. Awalnya di dalam ruangan suasana sepi, di luar ramai sehingga membantu merubah perasaan. 

Syukur-syukur jika keluar rumah yang dilihat adalah tumbuhan hijau atau deburan ombak, kicauan burung, dan semilir angin. Pada waktu itu, anda memfungsikan seluruh indera, maka perasaan yang awalnya suram jadi cerah. 

Meaning of Life

Meaning of life
Ilustrasi: (foto: internet) 

Saya pikir seringkali mengatakan terminologi ini meaning of life atau makna hidup. Sepanjang menerapkan keluar rumah dengan berjalan kaki, saya merasa ada banyak hal di luar sana yang membuat diri lebih bermakna dan bersyukur. 

Seperti memandang banyak orang di luar sana sedang berjuang tak kenal lelah. Ada penjual gorengan, penjual pentol, kasir toko, sampai badut sekalipun. 


Kurang lebih tiga cara kerja ini menjadi sebab saya suka keluar rumah dengan jalan kaki. Selain ketiganya, jalan kaki juga salah satu bagian dari olahraga yang sangat bagus untuk merubah perasaan buruk menjadi baik. 

Ingin bukti? Anda bisa coba terapkan pada diri sendiri ya. 😁

Baca Juga: Belajar dari Kisah seorang Guru

#duniahalimah

Post a Comment

0 Comments