Memilih dan Cara Memutuskan Pilihan

Pilihan
Ilustrasi: (foto: internet) 

duniahalimah.com--Setelah 25 tahun hidup di muka bumi, semakin tercerahkan bahwa tidak semua harapan dapat terwujud. Juga tidak semua pilihan pada akhirnya dipilih. 

Ya, di dunia kerapkali dipertemukan dengan pelbagai pilihan. Antara memilih A atau B atau memutuskan tidak memilih. Mestinya setiap pilihan selalu ada konsekuensi yang perlu diterima. 

Terkadang seseorang sudah memilih A, akan tetapi saat di tengah perjalanan berubah B menjadi B. Bahkan berhenti untuk tidak memilih kedua-duanya. 

Tidak jarang setiap pilihan yang dipertemukan dalam hidup tiap manusia membawa mereka pusing tujuh keliling, stres, dan mirisnya sampai putus asa. 

Dampaknya pun bukan sekadar menangis meraung-raung atau memilih tidur, atau makan makanan kesukaan. Akan tetapi lebih dari itu, sampai membawa pengaruh pada kesehatan mental dan ada yang nekat mengakhiri hidupnya. 

Baca Juga: Terapi Cinta sebagai Pengganti Obat

Semua itu berhubungan dengan pilihan akan keputusan. Ketika seseorang memilih memutuskan untuk mencari hikmah dari setiap situasi yang didapatkannya, maka hasilnya sungguh menakjubkan.

Bagaimana tidak dikatakan menakjubkan, saat seseorang memutuskan mencari hikmahnya dan menemukannya, ia akan tersenyum manggut-manggut, lantas menengadahkan wajah dengan optimis.

Berbicara tentang pilihan sebetulnya ada banyak tokoh yang berbicara tentang itu. Tentu dengan pendekatan berbeda tergantung pada alatar belakang pemikirannya. 

Misalnya, Friedrich Nietzsche seorang filsuf Jerman menganggap bahwa seorang individu harus bertanggung jawab atas tindakan dan pilihannya.

Sedangkan William James sosok psikolog sekaligus filsuf asal Amerika Serikat berpandangan; kemampuan seseorang dalam memilih dan mengarahkan tindakan  kita sangat berperan dalam proses pembentukan kepribadian serta kehidupan kita.


Itu hanya dua tokoh saja, terlepas dari keduanya masih banyak pandangan lain mengenai pilihan. 

Sebelum memilih hendaknya ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar pilihannya tak melesat jauh. 

1. Tenangkan Pikiran 

Ilustrasi: (foto: pixabay)

Umumnya memutuskan memilih saat pikiran acak-acakan membuat pilihannya kurang memuaskan. Itulah mengapa dianjurkan hendaknya menjatuhkan pilihan saat diri benar-benar tenang. 

Baca Juga: Karena Orang lain Pikiran Tumbuh

2. Riset Mendalam 

Ilustrasi: (foto: pixabay)

Sebelum memutuskan pilihan hendaknya riset mendalam. Membandingkan antara yang satu dan lainnya sehingga akhirnya mendapatkan hasil yang betul-betul diri. 

3. Evaluasi kemampuan diri

Ilustrasi: (foto: pixabay)

Setiap pilihan akan selalu berhubungan dengan diri sendiri. Hendaknya sebelum memutuskan segera evaluasi diri. 

4.Kenali Keinginan

Ilustrasi: (foto: pixabay)

Selain evaluasi, kenali juga keinginan diri sendiri. Mengapa memilih ini? Apa pertimbangannya? Apa tujuannya? Jangan sampai anda memilih sesuatu hanya berdasarkan FOMO semata. 

5. Analisis SWOT

Ilustrasi: (foto: pixabay)

Bila perlu pakai analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunities, dan Treaths). Apa kekuatannya, kelemahannya, peluang, dan tantangannya) 


Selain kelima cara di atas, mestinya masih ada banyak cara lain untuk memutuskan pengambilan keputusan. Bahkan dalam ajaran agama Islam ada sholat Istikhoroh untuk mempertimbangkan pilihan-pilihan. 

Sekali lagi, apa pun yang dipilih akan selalu ada konsekuensi di belakangnya. Apa pun yang terjadi hendaknya buka pikiran dan hati agar menerima segala situasi.

Baca Juga: Pura-pura Baik-baik Saja

Post a Comment

0 Comments