TERAPI CINTA SEBAGAI PENGGANTI OBAT


duniahalimah.com--Pandemi masih berlangsung hingga detik ini. Alih-alih berkurang, realitanya kasusnya makin meninggi. Dilansir dari kompas.com (10/05/2020) terhitung 14,032 kasus di Indonesia; 10, 361 dirawat, 973 meninggal, dan 2,698 dinyatakan sembuh. 

Lain halnya dengan total kasus covid-19 di seluruh dunia telah mencapai sekitar 4,1 juta orang. Mendapati wabah ini, seisi dunia tidak tinggal diam. Berbagai cara dilakukan untuk membantu sesamaa, mulai dari penggalangan dana, konser amal, menghibur di media sosial, mengadakan seminar-seminar online, tujuannya hanya satu yakni demi membantu meringankan beban masyarakat.

Membaca fenomena ini cukup relevan jika disandingkan dengan buku yang telah hatam dibaca kemarin. Judulnya “Klinik Terapi Cinta” yakni sebuah karya seorang dokter yang diterbitkan pada tahun 2014 oleh penerbit Zahira di Jakarta Selatan. Tema utama dalam pembahasan karya ini adalah tentang cinta. Bagaimana energi cinta ternyata bisa menjadi media untuk healing terhadap disease dalam diri manusia.

Baca Juga: Menyembuhkan Sakit Hanya dengan Sentuhan

Selama ini umumnya para dokter selalu menekankan agar pasien yang datang berobat kepadanya mengonsumi beragam obat untuk menyembuhkan sakit dideritanya. Hal ini dilakukan agar pasien terbebas dari sakit. Namun nyatanya bukan sembuh yang diperoleh, tapi tambah menumpuk penyakit. 

Dwi Ristiati (2020), padahal sejatinya tubuh manusia bisa menyembuhkan dirinya sendiri. Obat  sendiri hanyalah alternatif terakhir ketika tidak ada jalan lain. Sebelum mengenal terapi dengan energi cinta, penulis dalam buku ini belum tahu menahu--layaknya dokter kebanyakan. 

Kisahnya dimulai pertama kali saat ia membeli sebuah buku karangan Deepak Chopra dengan judul “Quantum Healing.” Kemudian dia membacanya, tetapi tidak paham. Akhirnya diulang berkali-kali agar paham.  Setelah paham, dia merasa tidak percaya. Apakah benar dengan tanpa obat seseorang bisa sembuh?Alhasil penulis buku ini terus menerus belajar, hingga akhirnya percaya dan menerapkannya pada pasien-pasiennya.

Alam semesta ini mengandung energi, baik yang tampak maupun tidak. Di mana semakin halus energi maka kekuatannya akan jauh lebih besar. Ketika seseorang sedang mengalami sakit, lalu berdialog dengan anggota tubuh yang sakit. Mengucapkan dengan perasaan cinta, dengan izin Allah sakitnya akan sembuh. Bukan hanya itu saja, dengan energi cinta ini juga bisa membuat hormon endhorpin atau kebahagiaan seseorang diproduksi lebih banyak. Sehingga hidupnya bahagia dan tingkat imunitasnya meninggi.

Imunitas seseorang tidak terlepas dari peran kinerja energi ini. Semakin kinerjanya efisien, maka pembagian nutrisi serta hormon, dan kegiatan mengeluarkan toksin dalam tubuh makin lancar. Menyitir Hawkins dalam bukunya Power Vs Force ada dua macam energi yakni positif dan negatif. 


Baca Juga: Tips Mengalahkan Energi Negatif


Semakin tinggi energi seseorang, maka nilainya juga tinggi, begitu pun sebaliknya. Itulah mengapa ketika seseorang biasa hidup dengan energi positif seperti ikhlas, syukur, sabar, tawakkal, orang itu jarang sekali sakit. Sedangkan mereka yang dekat dengan energi negatif, seperti marah, kecewa, tidak menerima, hidupnya cenderung tidak bahagia dan sering sakit-sakitan.

Dalam buku ini juga dilengkapi beberapa testimoni dari beberapa orang yang mengalami penyakit degenaratif. Semula berobat dengan dokter, namun berkat menerapkan terapi cinta akhirnya sembuh seperti sedia kala.  Ada seorang anak masih duduk di bangku sekolah dasar. Mulanya baik-baik saja, namun lambat laun tubuhnya makin kurus, lehernya kaku, dan kedua belah matanya tidak bisa menutup. 

Saat di sekolah seringkali menjadi juara kelas, tiba-tiba berada diurutan nomer dua dari bawah. Akhirnya kedua orang tuanya membawanya ke dokter spesialis. Dia divonis menderita kanker otak. Ibu yang mendengar berita ini tentu kaget. Kemudian ibunya belajar terapi cinta, lalu diterapkan pada anaknya. Hingga akhirnya anak itu sehat kembali seperti sediakala.

Betapa luar biasanya energi yang telah diciptakan Allah kepada makhluknya. Di mana dengannya kita bisa belajar bahwa kekuasaan-Nya begitu luar biasa. Seorang manusia yang telah dinyatakan tidak bisa disembuhkan, namun atas izin-Nya melalui media terapi cinta bisa sembuh seperti sedia kala. Sejatinya apa pun cara pengobatannya, itu hanya wasilah, sedangkan sumber penyembuhnya adalah Dia Sang Maha Segalanya. Wallahu a'lam bish-shawabi.

Baca Juga: Energi Positif untuk Menyembuhkan Dirinya Sendiri

#inspirasiramadan
#flpsurabaya
#dirumahaja
#BERSEMADI_HARI-KE-10

Post a Comment

2 Comments