Talkshow Relevansi Psikologi dan Tasawuf Lanjut Minum Kopi

Ilustrasi: (Foto:doc. Himatri)

duniahalimah.com—Sabtu,17 September 2022 saya berkesempatan menjadi salah satu pembicara di acara Talkshow yang diadakan Himpunan Mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi UIN Sunan Ampel Surabaya. Tema yang dibahas seputar Relevansi Psikologi dan Tasawuf Psikoterapi Kesehatan Mental Bagi Generasi Z di Era Digital.

Pada acara ini, saya bukanlah pembicara tunggal, melainkan masih ada tiga pembicara lain yang berlatarbelakang dari kampus berbeda. Ada kak Rizki Solekhah, S.Psi alumni psikologi Universitas Islam Indonesia, Kak Imam Bahri, M.Psi., Psikolog alumni Universitas Gadjah Mada, dan Kak Virgo Nandang Setiawan, M.Ag alamuni Uin Satu. Sedangkan pemandu talkshow dikomandani Mifathul Alam, S.Ag alumni Tasawuf Psikoterapi angkatan 2018.

Baca Juga: Antara Psikologi Islam dan Barat, Apa Bedanya? Kamu Perlu Tahu

Sebagaimana tema yang diangkat, pembahasan talkshow diawali dengan pembahasan singkat sejarah psikologi oleh Kak Rizki. Selanjutnya, kak Nandang memperbincangkan perihal Tasawuf dan Psikoterapi. Baru setelah itu Kak Imam Bahri membahas kesehatan mental dan terakhir saya sendiri membicarakan soal kesehatan mental dikaitkan dengan Tasawuf Psikoterapi.

Saya merasa sangat bahagia bisa menghadiri kegiatan luar biasa ini. Meski sebeluumnya tidak pernah bertemu dengan  para pembicara. Hanya kak Nandang saja yang pernah mendengar namanya disebut oleh teman-teman UIN Satu pada masanya. Sesampai di lokasi, kami berempat, berlima dengan moderator, sangat dekat dan tidak berlebihan jika dikatakan satu frekuensi. Seakan-akan seperti sudah lama kenal.

Membicarakan tema, saya pikir menarik. Mengingat psikologi dan tasawuf adalah dua keilmuan yang berbeda. Induknya juga berbeda. Jika psikologi induknya adalah filsafat. Sedangkan Tasawuf Psikoterapi berpedoman pada Al-Qur’an dan Hadis. Pembahasan ini ternyata sangat tidak cukup dibahas di acara talkshow dan kami lanjutkan secara privat di penginapan Wisma Bahagia sembari menyeruput kopi.

Selain bicara soal kerelevansiannya, juga membahas soal kesehatan mental generasi z saat ini. Generasi Z adalah kelompok generasi yang begitu dengan digital dan hidupnya serba praktis. Di sisi lain hidup gen Z amat mudah karena berkat digital semua bisa dilakukan dengan singkat. Akan tetapi, di sisi lainnya tantangannya cukup menantang.

Beragam hal kami bahas sembari duduk santai. Mulai dari persoalan prodi Tasawuf Psikoterapi dan Psikologi, mistisime, Ibnu ‘Arabi, Mulla Sadra, dan seterusnya. Sampai-sampai saya lupa runtutan pembahasannya. Sekitar dua tahun terakhir, sangat jarang saya bisa duduk mendiskusikan banyak hal seperti ini. Sehingga membuat lupa akan waktu.

Tak terasa mentari mulai terbenam di arah barat. Barulah kami sadar dan memutuskan untuk membubarkan diri. Semoga dilain kesempatan bisa berjumpa dan bisa berkolaborasi kembali.

 Baca Juga: Terapi Cinta sebagai Pengganti Obat

Foto bersama peserta dan pemateri


Foto bersama pemateri dan moderator


Post a Comment

0 Comments