duniahalimah.com--Kesehatan
mental kedudukannya sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Bila mental tidak
sehat, maka akan berpengaruh pula pada fisiknya. Sebagaimana frasa bahasa Latin
mengatakan Mens sana in corpore sano yang berarti “Jiwa sehat dalam
tubuh yang sehat”.
Sejalan dengan frasa itulah,
kegiatan Pekan Konseling yang diadakan Pusat Konseling Lembaga Penjaminan Mutu
UIN Sunan Ampel Surabaya penting dilaksanakan. Tujuannya, tidak lain untuk mengajak mahasiswa UINSA untuk menyadari kesehatan mental mereka sendiri dan berupaya maksimal untuk menjaganya.
Pekan Konseling sendiri merupakan kegiatan rutin yang telah dilaksanakan sejak Pusat Konseling didirikan pada tahun 2023. Tahun ini merupakan ketiga kalinya. Pertama pada tahun 2024, selanjutnya 2025, dan sekarang pada 2026.
Sasaran pekan konseling diberikan kepada seluruh mahasiswa fakultas yang berada di lingkungan UINSA. Untuk tahun ini, diselenggarakan pada tanggal 18–22 Mei 2026. Hari ini, 18 Mei 2026, merupakan pekan konseling pertama yang ditujukan kepada mahasiswa semester 2 dan 4 Fakultas Ushuluddin dan Filsafat.
Tema yang diusung untuk pekan konseling tahun ini adalah Mental Health In Real Life: What We Are Really Going Through. Nuansa yang dihadirkan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bila sebelumnya lebih ke arah pengenalan, sekarang dilengkapi dengan coping atau cara untuk merawat kesehatan mental sendiri.
|
|
![]() |
| Dok. Insight Consultanf |
Penyampaian materi pekan konseling pada hari ini dinarasumberi langsung oleh Ibu Herliyana Isnaeni, M.Psi., Psikolog, selaku konselor profesional Pusat Konseling UINSA. Beliau, selain memberikan pengetahuan mengenai kesehatan mental, juga mempraktikkan langsung cara merawat kesehatan mental kepada peserta di sesi terakhir.
Setelah penyampaian materi usai, kegiatan selanjutnya adalah memberikan layanan konseling gratis on the spot kepada mahasiswa yang membutuhkan.
Baca Juga: Untuk
Kamu yang Merasa Tertinggal dengan Hidup
Peran Saya Selama Pekan
Konseling
Kemudian, apa peran saya di acara ini? Tentu saja, sebagai tim yang bertugas memonitori jalannya kegiatan dan mendokumentasikannya.
Selain di atas, ada sesuatu yang saya syukuri di hari itu, yakni melihat mahasiswa prodi Tasawuf dan Psikoterapi yang ikut terlibat menjadi panitia (juga konselor sebaya Pusat Konseling UINSA).
Mereka ikut terlibat dalam menyukseskan kegiatan. Ada yang menjadi PIC, moderator, MC, operator, dan konselor. Mendapati mereka mampu melakukan tugas yang diamanahkan, rasanya ada kebanggaan tersendiri.
Seketika pikiran saya berkata, “Sepertinya perasaan inilah yang guru-guru saya rasakan saat mendapati siswanya ini berhasil meraih apa yang dicita-citakan.” Sungguh perasaan semacam ini sangat membahagiakan dan bersyukur.
Semakin yakin, ternyata menjadi pendidik itu menyenangkan. Apalagi melihat anak
didiknya berhasil…
|
|
![]() |
| Dok. Pekan Konseling Uinsa |



0 Comments