Tidak Ada Daun yang Jatuh karena Kebetulan-Cerita di Cibaliung

Doc. GreenZInitiative Indonesia

duniahalimah.com-Pandeglang, 11/02 hari ini seharusnya aku kembali ke Sidoarjo. Sayangnya karena tidak kebagian tiket kereta, akhirnya hari Senin. Namun aku tidak mengapa walaupun patnerku presiden Duta Inisiatif dan Agnia pulang duluan. Pikiranku berkata, "Tidak ada daun yang jatuh karena kebetulan."

Siapa sangka penambahanku sehari di Cibaliung, Pandeglang Banten membawa ilmu baru untukku. Ya, pagi ini aku mendapat ilmu pengobatan untuk asma dan rematik dengan menggunakan dedaunan.


Tidak cukup sampai disitu saja, aku mendapatkan sebuah fakta menarik yang memiliki keterhubungan dengan keilmuan tasawuf. Faktanya tentang keberadaan Abuya Muhtadi, seorang tokoh mashur dari tarekat Syadziliyah di Banten.


Sungguh, sebelum itu aku tak pernah mendengar nama tersebut. Hanya saja sempat menyadari bahwa dari tanah Banten lahir tokoh-tokoh Islam berpengaruh di Indonesia. Seperti halnya Syekh Nawawi Al-Bantani dan Sultan Hasanuddin.


Aku mendapatkan penjelasan ini dari ayah  Kak Yani founder Duta Inisiatif Indonesia. Mulanya sekadar berbincang sederhana dengannya tentang politik di Indonesia. Hingga tak terasa beralih pada keilmuan pengobatan dan kehidupan Abuya Muhtadi. 


Seketika itu aku mencari nama yang disebutkan. Betapa kagetnya ternyata Abuya Muhtadi merupakan keturunan dari Abuya Dimiyati yang memiliki garis silsilah ke Sunan Gunung Djati.


Hari ini sungguh memberikan penguatan tentang "Tidak ada daun yang jatuh karena kebetulan." Barangkali inilah maknanya mengapa menambah sehari di Cibaliung, Pandeglang, Banten.


Baca Juga: Catatan Perjalanan YFLA Duta Inisiatif Indonesia





Post a Comment

0 Comments