My Poetry

Cahaya

Sejenak kuterdiam dalam dekapan malam yang makin menggigil
Paras keindahan malam
Menampakkan tajalli-Nya
Kucoba menatap namun mataku melemah
Tak bisa aku memandangnya
Terlalu cerah cahayanya
Mataku silau mendapati sinar yang begitu terang itu
Kuhirup oksigen sedalam-dalamnya sembari merasakan nikmat yang tak tergantikan ini
Mulutku tiba-tiba tak mampu berucap
Terkatup dengan sendirinya
Cahaya itu datang lagi
Sembari menampilkan keperkasaan diri
Tiba-tiba aku berubah kecil
Kecil-sekecil partikel
Aku terdiam
Menangis meratap
Sedu sedan
Cahaya itu begitu cerah
Hingga aku tak mampu memandangnya
Surabaya, 05-April-2018


Berputar

Berputar dengan nama-Mu
Berdzikir dengan asma' Mu
Setiap waktu bersama-Mu
Akhir masa kembali pada-Mu
Saat perputaran pertama
Asma' Mu kubaca
Dalam perputaran itu tak lepas
Apalagi sampai menghempas
Perputaran selanjutnya
Muncul getaran-getaran
Yang rasanya tak bisa dijelaskan
Aku terdiam
Memandang alam sekitar

Surabaya, 05- April - 2018

Alunan

Kudengar alunanmu mempesona
Hingga tak sadar aku luluh denganmu
Kucoba tepis, tapi tak bisa
Kucoba lagi, tapi tetap sama
Alunan yang kau bawakan, membawaku terbang jauh dari ruang dan waktu
Seakan-akan aku menghilang ditelan lautan
Aku terdiam

Surabaya, 05-04-2018

Post a Comment

0 Comments