Apakah Harus Jadi Duta?

Sumber: (Ed. Canva & Doc. Duta Inisiatif) 

duniahalimah.com--Menjadi seorang duta terpilih adalah harapan semua orang yang mendaftar. Meski pada kenyataannya, tidak semua tercantum dalam pengumuman finalis. Mestinya ada banyak sebab mengapa tidak terpilih. 

Bisa karena ketentuan yang tidak dipenuhi, kurang greget saat diwawancarai, atau memang banyak yang lebih mumpuni. Apa pun sebabnya saya pikir tidak akan berguna lagi ketika seseorang yang gagal terpilih menemukan makna dibalik ketidaklolosannya. 

Beberapa hari ini, kami duta Inisiatif yang menjadi penyeleksi cukup disibukkan dengan proses penyeleksian calon duta batch 3. Mulai dari seleksi berkas, wawancara, dan penentuan. 

Saya sebagai salah satu dari tim penyeleksi merasa sangat beruntung dengan kesempatan itu karena bisa mewawancarai anak muda dari berbagai daerah. 

Meski awalnya tidak mudah, tetapi akhirnya menjadi sebuah keharuan tersendiri. Tepatnya hari Senin 20 Februari 2023 pengumuman finalis Duta Inisiatif diumumkan. 

Tiga hari sebelum pengumuman itu, setiap sesi wawancara selalu mengawali dengan kata-kata "Menjadi agen perubahan tidak harus menjadi Duta, menjadi Duta hanya salah satu langkah atau lompatan untuk melakukan perubahan." 

Begitu pun setelah akhir sesi wawancara akan mengulangnya lagi. Tujuan mengatakan itu agar mereka tidak terlalu berharap dan ambisius menjadi duta. Kalaupun mereka gagal terpilih, ia masih dapat melakukan perubahan.

Apakah saya pernah gagal menjadi duta? Ya pernah. Bahkan kegagalan itu sudah biasa. Masih terngiang jelas dalam tahun-tahun pertama mencoba mengikuti beragam ajang, bukannya menang malah kekalahan selalu didapatkan. 

Apakah menyerah dengan itu? Tentu tidak, karena saya yakin kalah adalah bagian dari proses.

Baca Juga: Prestasi Tidak Hanya Sertifikat dan Piala

Setelah pengumuman duta terpilih batch 3 disampaikan, saya  menghubungi grup peserta untuk mengingatkan kembali bahwa mereka semua hebat, sudah berani mencoba dan sampai di titik ini. Siapa sangka, salah satu dari mereka mengingat perkataan yang saya sampaikan ketika wawancara.

"Menjadi agen perubahan tidak harus menjadi duta." 

Seketika haru menjalar dalam tubuh, lalu teringat  guru-guru saya. Mungkin itu juga yang dirasakan beliau saat anak asuhnya mengingat ajarannya dan membuat prestasi. 

Momen itu menjadi kenangan baru dan pelumas diri sendiri agar senantiasa semangat berkontribusi. Sebagaimana Felix Adamson dalam bukunya berjudul Legacy mengatakan berkontribusi tidak dimulai dari hal-hal besar tapi hal kecil. Bahkan tidak perlu orang terpandang yang bisa memulai itu. 

Bagi yang belum terpilih, ingat masih ada sesi selanjutnya. Gagal menjadi duta tidak akan menjadi penghalang seorang menjadi agen perubahan. Kata orang bijak, kekalahan adalah awal kemenangan. 

Kesuksesan seseorang tidak dinilai dari berapa banyak kemenangan atau kegagalannya, akan tetapi prosesnya. Anda berani mendaftarkan diri sudah kemenangan yang sebenarnya. Sebab berhasil melawan diri sendiri untuk mengikuti ajang pemilihan. Jadi semangat mencoba lagi!! 

Sedangkan untuk finalis terpilih Duta Inisiatif Indonesia Batch 3. Selamat datang dan bergabung. Meski sudah lolos menjadi finalis, itu bukan berarti puncak terakhir. Namun, langkah awal melanjutkan perjalanan. Menjadi agen perubahan lingkungan sesuai visi misi  duta Inisiatif. 

Saya yakin perjalanan itu tidak mudah, jika merasa mulai kurang semangat, ingat kembali komitmen anda ketika wawancara. 

Saya yakin anda yang terpilih merupakan anak muda pilihan, penuh dengan inisiatif untuk melakukan gerakan, kontributor, dan inspirator dalam menjaga lingkungan. Sekali lagi selamat menjalankan amanah tiga bulan kedepan!

Baca Juga; Duta Inisiatif Usung Misi Menjaga Lingkungan

Post a Comment

0 Comments