Merdeka Berarti Bebas dari Kisruh

Ilustrasi: (sumber:internet)

duniahalimah.com-- "Merdeka" satu kata yang kerapkali kita dengar di bulan kemerdekaan. Merdeka diartikan sebagai bebas dari segala bentuk penjajahan, tidak terikat, tidak tergantung, dan leluasa (Lihat KBBI). 

Umumnya setiap negara merayakan hari kemerdekaannya dalam bentuk yang beragam. Jika di Indonesia pada tanggal 17 Agustus dirayakan dengan upacara serentak dari Sabang hingga Merauke. Tidak hanya itu, di bulan kemerdekaan banyak perayaan bermunculan untuk memeriahkannya. Baik dalam bentuk perlombaan, hiburan, pentas seni, aksi sosial, hingga webinar. Setiap tahunnya tidak pernah absen dengan segala perayaan kemerdekaan. Akan tetapi dua tahun terakhir perayaannya berbeda, karena Indonesia sedang dilanda wabah Covid-19. Baru tahun 2022 perayaan hari kemerdekaan diadakan seperti tahun-tahun sebelum pandemi. 

Begitupun dengan desa saya kemerdekaan tahun 2022 ini bisa dikatakan menarik. Terbukti beberapa hari ini berbagai lomba diadakan oleh perangkat desa. Seperti lomba tarik tambang, lompat karung, sepak bola unik, dan jalan santai.

Saya sendiri juga merasa cukup beruntung karena bisa menyaksikan dua jenis lomba. Mengingat sangat jarang sekali memiliki kesempatan pulang di bulan Agustus. Dua hari ini saya merasa cukup asik menyaksikan permainan di lapangan Ranuyoso. Keantusiasan masyarakat sangat tampak terlihat dari kerelaan mereka berpanas-panasan di pukul 13.00 di lapangan. Tidak terbayang bagaimana panasnya, tetapi mereka sangat semangat. 

Bukan hanya yang ikut lomba, penontonnya pun tidak kalah semangat. Meski terlihat sangat semangat, saya pikir ada beberapa hal yang terlihat belum sepenuhnya peserta lomba memahami makna lomba yang diadakan oleh pemerintah desa. Bagaimana tidak dikatakan begitu, jika di tengah-tengah permainan mengedepankan ego dan kemarahan, lalu membuat kisruh. 


Hal tersebut terjadi pada hari ini. Sekitar dua jam permainan sepakbola unik berlangsung, tetapi sudah ada "kisruh antar pemain" dan menjadi sebab dibubarkan perlombaan permainan sepakbola unik. Jika dikaji ulang tentu sangat disayangkan. Apalagi Kepala Desa menyebut bahwa perlombaan ini untuk hiburan masyarakat sendiri. Kemudian, ia pun menuturkan dengan lomba ini berharap persaudaraan se desa semakin erat. Akan tetapi realitanya masyarakat desa masih minim pemahaman tentang makna perlombaan ini. 


Perlombaan yang diadakan desa adalah bagian dari merayakan hari kemerdekaan. Artinya kemerdekaan ialah terbebas dari permusuhan dan meningkatnya rasa solidaritas. Namun jika realitanya dalam perlombaan masih terjadi "kisruh" berarti belum sepenuhnya makna merdeka diterapkan. 


Post a Comment

0 Comments