KENYATAAN TIDAK SESUAI DENGAN HARAPAN

Sumber Gambar: pixabay.com


Sebagai manusia, kerapkali kita menginginkan ini dan itu, ketika tidak tercapai, maka kita akan kecewa. Namun ketika kita coba pelajari lagi, kita renungi lagi, atau bahasa teman-teman adalah "Muhasabah diri" saya yakin teman-teman akan menemukan pelajaran di sana.

Hati siapa yang tidak berontak, ketika apa yang diinginkan tidak sesuai dengan harapan. Namun dengan hati memberontak, apakah semua akan menjadi baik-baik saja? Menjadi lebih bagus? Menjadi semua berubah sesuai dengan yang diinginkan? Bukankah semua terjadi adalah sebuah konsekuensi atas apa yang kita lakukan. Tetapi mengapa masih mengelak?

Jika kenyataan sesuai dengan harapan, berarti beruntung. Namun jika tidak sesuai, ya coba lagi.

Coba saja perhatikan, bagaimana ketika kita masih kecil meminta membeli makanan berwarna-warni, lalu orang tua kita tidak mengizinkan itu. Pastinya kita kecewa, marah, bahkan jadi mogok makan. Padahal orang tua tidak mengizinkan membeli makanan berwarna, karena mengandung zat berbahaya bagi tubuh. Alasan utama melarang karena rasa sayangnya-lah membuat orang tua kita bersikap begitu.

Jika begitu apakah keinginan kita harus terpenuhi?

Ya, seperti contoh anak meminta membeli makanan berwarna di atas. Tidak selalu apa keinginan kita tercapai, karena Allah tahu mana yang tepat dan tidak untuk hamba kesayangan-Nya.

Kebetulan postingan kali ini ada hubungannya dengan pembahasan live instagram bersama Ustad Jakarianto (12/06). Di mana bisa kita saksikan banyak orang mengeluh karena kuliah di jurusan yang tidak sesuai, pekerjaan tidak sesuai ekspektasi. Alhasil tidak semangat, bahkan cenderung menyalahkan keadaan. Hingga ujung-ujungnya mengganggu sisi psikologinya. 

"Aku enggak suka dengan jurusan ini, aku enggak suka dengan pekerjaan ini"

Apakah dengan penolakan-penolakan, keluhan-keluhan dapat memperbaiki keadaan? Tentu jawabannya adalah tidak. Mengapa? Bukankah itu sudah pilihan kita? ada juga yang beralasan, itu semua karena keinginan orang tua saya. Apakah salah dengan keinginan orang tua? Apakah kita tidak ingin melihat kedua orang tua kita bahagia? Mengapa tidak kita coba terlebih dahulu? barangkali inilah salah satu jalan terbaik yang Tuhan berikan kepada kita.

Bukankah soal rezeki telah ditentukan oleh-Nya? lantas mengapa masih khawatir. Tidakkah kita perhatikan bagaimana banyak orang yang sudah sesuai dengan jurusan dan pekerjaannya, namun tidak mendapatkan apa-apa dari pencapaiannya?

Nikmati dan jalani, pasti ada hikmah yang bisa kita petik di dalamnya..



Post a Comment

0 Comments