TIGA BAGIAN PUISI DALAM TUJUH OKTOBER


Sumber: berita360.com

SETETES AIR KEABADIAN

Oleh Nurhalimah

Dahaga merenggut sebagian tubuh
Tenggorokan haus
Akan siraman air darimu
Teringat sudah lama kekeringan

Entah berapa lama
Haus menyelinap
Dehidrasi
Kurang akan air nikmatMu

Kemana lagi kuharus mencari
Setetes pun aku tak punya
Apalagi sumbernya
Kemana kuharus sembuhkan dahaga
Sedangkan diriku nista tak berdaya

Oh pemilik air keabadian
Bolehkah aku meminta
Sedikit saja
Setetes oleskan di tenggorokanku
Yang kini sedang kering kerontong

Kemana lagi kuharus mencari
Kalau tidak kepadaMu
Bukankah kau pemurah?
Pemilik segala dari segalanya

Surabaya, 7 Oktober 2018


SINGKAP TABIRMU

Oleh Nurhalimah

Wahai rasa yang tak bisa dilogika
Wahai gelagap kobaran api tak nyata
Mengapa kau hadir?
Di tengah-tengah hidup yang nista

Bukankah sudah kubilang
Berulang kali
Bahkan beratus kali
Kekuatanmu tak ada bandingannya daripadaNya

Kau  hanyalah setitik debu
Bahkan lebih kecil
Bahkan  tak pantas dianalogikan dengan debu
Yang mudah dihempaskan itu

Lalu apa yang kau rasakan
Tidakkah kau akan berubah pikiran
Padahal hidup sebentar
Kenapa harus kau  khawatirkan?

Tidakkah kau  tahu
 Di balik semua tabirmu
Kau akan temukan apa yang tak kau  tahu
Lalu apa yang kau tunggu?

Surabaya, 7 Oktober 2018


EJAWANTAHKAN PADAKU SAJA

Oleh Nurhalimah

Tak perlu sedu
Atau menangis dengan pilu
Sembari memilin syahdu
Lalu dijadikan buah rindu

Tak perlu sedikit gelagap
Tak seperti biasanya
Senyum, tertawa
Tak lagi tertata

Mengapa?
Adakah yang salah dengan dirimu
Ceritakanlah!!
Jika kau mau

Kutahu
Memang tak mudah
Tuk ejawantahkan rasa
Dalam bentuk kata-kata
Apalagiku padaku

Surabaya, 7 Oktober 2018


Post a Comment

0 Comments