Jangan Membuat Masalah Kecil Menjadi Besar

Doc. (Ed. Canva) 

duniahalimah.com—Dua hari ini (15/16) saya menenggelamkan diri pada buku Jangan Membuat Masalah Kecil Menjadi Besar. Judul aslinya Don’t Sweat The Small Stuff... And It’s All Small Stuff.  Penulisnya adalah Richard Carlson yang diterbitkan tahun 1997. Kemudian dialih bahasakan ke bahasa Indonesia oleh Siti Gretiani dan diterbitkan Gramedia Pustaka pada tahun 2019.

Mendapati buku Jangan Membuat Masalah Kecil Menjadi Besar, seketika saya teringat dengan ucapan saya saat SMP. Waktu itu mengatakan “Masalah tidak akan besar, jika tidak dibesar-besarkan.” Makin mengamini setelah saya menghabiskan bacaan sejumlah 258 ini.

Selama ini, ya tentu saya dan anda sebagai pembaca, kerapkali mempermasalahkan apa-apa yang seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan.  Naasnya, karena terlalu mempermasalahkan, malah diri sendiri yang akhirnya frustasi, cemas, sulit tidur, hingga tidak nyaman menjalan hidup sehari-hari.

Pada bab pertama, Richard Carlson mencontohkan perihal menyalip kendaraan. Kebanyakan dari kita alih-alih membiarkan persoalan itu selesai, malah memperbesarkannya dengan marah. Bahkan menghabiskan waktu untuk mengejar orang yang menyalip itu. Tidak cukup sampai disitu saja, kejengkelan seakan menjalar ke sekujur tubuh dan membahasnya kepada orang lain. Tentunya dengan ekspresi yang masih sarat dengan kedongkolan.

Mengapa tidak mencoba simpati dan mempertanyakan, bagaimana jika orang itu mengalami kecelakaan? Sepertinya orang itu terlalu terburu-buru hingga melaju dengan kecepatan maksimal (misalnya). Dengan mempertanyakan seperti ini, apalagi mendoakan “Semoga orang itu diberikan keselamatan”.

Mestinya hati kita akan menerima, damai, dan tenang. Namun, kebanyakan kita ini lebih fokus melihatnya sebagai sebuah masalah besar dan tidak sadar mengeluarkan energi pada pada hal-hal yang kecil. Sehingga memusingkan diri sendiri.

Begitu pun dengan bab-bab selanjutnya, Richard begitu apik mengemas penjelasannya dengan kesan tidak menggurui. Sebagai pembaca pun saya menduga bahwa apa yang ditulisnya ini merupakan pengalamannya untuk berdamai dengan keadaan. Dengan topik utamanya tidak membuat masalah kecil menjadi besar.

100 bab yang disuguhkan buku Jangan Membuat Masalah Kecil Menjadi Besar memberikan tips dan trik bagaimana setiap orang bisa menikmati hidup. Tidak terburu-buru, menerima hidup sebagaimana adanya, tidak fokus pada keinginan dan ambisi,  dan konsen menebar kasih.

Richard terlihat membawa perspektif bahwa setiap manusia tidak dapat merubah keadaan, yang kita bisa lakukan ialah melihatnya dari sudut pandang yang lain. Sehingga emosi menjadi berubah ketika memandang dari sisi lain.

Richard sendiri memiliki kebiasaan bangun lebih pagi, sebelum kedua anak dan isterinya bangun. Selanjutnya ia akan membuat kopi, bermeditasi, dan menikmati matahari terbit (57). Saya sendiri mencoba mengartikannya, betapa kita butuh waktu sendiri tanpa memikirkan perintah dari atasan, tugas mendekati deadline, dan seterusnya.

Semua perasaan negatif yang dirasakan hari ini adalah perasaan sementara yang akan menghilang begitu saja. Sembari tanyakan, “Apakah tahun depan masalah ini akan menjadi masalah penting?” (34). Pada halaman 189 dengan subjudul “Ingat, Seratus Tahun Lagi, Kita Semua Tidak Ada,” ia menceritakan tentang pekerjaannya yang membuatnya cukup stres.

Seketika ia mengingat bahwa seratus tahun lagi semua sudah tidak ada. Artinya ketegangan dan tekanan yang kita alami sepanjang hari akan hilang begitu saja. Tinggal bagaimana cara meresponnya, sehingga membantu perasaan menjadi tenang.

Saya pikir begitu menarik untuk anda jadikan bacaan dalam melatih menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Harapannya dengan membaca buku ini, anda menjadi lebih terbuka dan menerima hal-hal di sekitar. Lantas tidak lagi bersifat defensif dengan apa-apa yang tidak sejalan dengan harapan Anda.

Penutup dari buku ini, bahwa setiap kita ini berharga dan bersikaplah seolah-olah hari ini adalah hari terakhir. Dengan begitu setiap dari kita akan bersungguh-sungguh menyiapkannya.


Baca Juga: Energi Positif untuk Menyembuhkan Diri Sendiri


Beli bukunya klik ini

 

Post a Comment

0 Comments