PUISI TIGA HARI

KAU
Melihatmu terdiam
Menyilaukan mata
Mengingatkan awal kali kita berjumpa
Di hari lahir ke dunia
Menatapmu dengan lembut
Senyumku melebar
Padahal waktu itu tak kenal
Tapi seakan telah dekat
Melihatmu, mengingatkanku waktu kita berjuang
Berjuang dalam kehidupan
Melihatmu, mengingatkanku
Atas kekuasaan Tuhan
Lumajang, 16-06-2018


MESKI SEBARIS
Sebaris senyum di bibirmu
Terlihat mengandung arti yang dalam
Tak pernah aku tahu maksudnya
Sekali-kali tak pernah
Di balik senyum yang sederhana
Meski sebaris
Namun berbait
Mampu menebang pohon dan membakarnya
Seperti yang kurasa saat ini
Lumajang, 15/06/2018



TELANJANG DADA
Kau telanjang dada
Sehingga sinar-sinarmu terlihat jelas di mata
Kau terus menjadi perhatian
Setiap orang yang melintas dihadapan
Tapi kau terdiam saja tanpa sepatah kata pun untuk menyapa
Kau telanjang dada
Membusungkan dada merasa yang paling nyata
Seakan lainnya tak ada yang nyata
Setiap hari kau acuhkan siapa saja
Termasuk aku yang tuli nan lupa
Kau telanjang dada
Sinar-sinar yang muncul mengenai mata
Bukanlah sinar darimu semata
Lumajang, 17 Juni 2018



Tiga puisi ini saya buat dengan waktu yang berbeda. Dengan senang hati saya mengharapkan kritikan dari pembaca, terima kasih.

Post a Comment

0 Comments