MENGEJAWANTAHKAN RASA

Sumber: s.myniceprofile.com
Akhirnya Aku Diam

Aku tahu, begitu ucapku
Tidak, kamu salah
Mengapa?
Penglihatanmu menipumu
Aku menganga
Pendengaranmu membelenggumu
Otakmu terproyeksi
Lalu?
Kau perlu belajar
Kau perlu membaca
Kau perlu buka mata, bunga telinga
Kau akan tahu
Apa pun yang ada di baliknya
Aku diam

Surabaya, 25 Mei 2018


Pahit Rasanya

Rasa ini seperti hilang
Ditelan air mata ini
Lalu menghilang
Tertahan, menahan tumpukan air mata ini

Ingin tumpah
Seperti amber air dalam gelas
Apakah ini bahagia?
Atau ini hanya luarnya saja

Rasanya seperti meneguk empedu
Pahit sepahit jamu
Luka
Memang luka

Tapi tak terlihat
Mengapa?
Kenapa begini
Kenapa begitu

Yang aku tahu
Tak seperti yang kau mau
Apa maumu?
Pahit rasanya

Cukup, jangan kau lakukan lagi
Pahit empedu kedua kali
Cukup tinggalkan bekas
Jangan lukai lagi

Surabaya, 25 Mei 2018



Tuduhanmu

Siapa yang mau?
Bukan karenaku
Meski kau tuduh aku
Aku tak seperti itu
Bukannya aku menghindar
Tapi ini nyata, bukan abstrak
Apa yang kau mau
Menghancurkanku 
Atau menjerumuskanku
Berikan kejelasan
Jangan kau timang-timang
Kau buat aku bingung
Cukup

Surabaya, 25 Mei 2018


Post a Comment

0 Comments